kimia2009

A topnotch WordPress.com site

MANFAAT GAMBIR PENGAWET TAHU

on June 25, 2012

Tanaman gambir merupakan tanaman perdu yang secara empiris berkhasiat untuk menguatkan gigi, obat diare, sakit gigi, dan obat luka. Selain itu, telah diketahui secara ilmiah bahwa ekstrak etanol daun gambir yang termetilasi memiliki aktivitas antioksidan.Ekstrak daun gambir pun dapat berfungsi sebagai biopestisida yang mampu mengendalikan patogen Fusarium sp, penyebab penyakit bercak daun tanaman klausena.Bukti empiris dan bukti ilmiah tersebut merupakan petunjuk bahwa daun gambir mengandung komponen bioaktif yang berperan sebagai antimikrob.Kandungan Flavonoid

komponen fitokimia terbanyak pada daun gambir ialah flavonoid dengan komponen utamanya katekin, yakni sekitar 75 persen.Katekin memiliki sifat antibakteri. Tingginya kandungan flavonoid pada daun gambir mengindikasikan bahwa tanaman gambir diduga memiliki aktivitas sebagai antibakteri. Menurut dia, adanya aktivitas antibakteri dari flavonoid daun gambir diharapkan mampu menghambat pertumbuhan bakteri penyebab kerusakan bahan pangan, khususnya pada tahu seperti Escherichia coli dan Staphylococcus aureus.

Dalam uji pendahuluan yang menunjukkan ekstrak kasar daun gambir dan fraksi aktif flavonoid memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan bakteri penyebab kerusakan bahan pangan yaitu Staphylococcus aureus dan Eschericia coli.Untuk mendapatkan esktrak daun gambir, tim mengambil sebanyak 50 gram serbuk daun gambir masing-masing diekstraksi dengan empat jenis pelarut, yaitu air, metanol, etil asetat, dan kloroform sampai filtrat yang dihasilkan menjadi jernih. Filtrat yang dihasilkan dari masing-masing pelarut dipekatkan dengan uap putar hingga pelarut hilang.Kemudian dilakukan uji fitokimia terhadap residu yang dihasilkan dari masing-masing sampel untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder yang terdapat di dalam sampel.Uji fitokimia terdiri atas uji alkaloid, flavonoid, fenolik, triterpenoid, dan tanin, di mana diketahui bahwa ternyata pelarut air paling baik mengekstrak komponen fitokimia pada daun gambir serta fraksi aktif flavonoid pada ekstraksi flavonoid juga terdapat pada ekstrak kental air.Selanjutnya serbuk ekstrak daun gambir dilarutkan di dalam air bersuhu 60 derajat Celsius.Filtrat dengan lima konsentrasi berbeda digunakan untuk merendam tahu selama sepekan.Kemudian setiap hari dilakukan pengukuran pH (keasaman) dan uji organoleptik (tekstur, aroma, dan konsistensi selama penyimpanan).

Hasil yang diperoleh dibandingkan dengan standar tahu yang layak dikonsumsi menurut Standar Nasional Indonesia (SNI).”Pengawetan tahu dengan perendaman pada ekstrak kasar daun gambir yang mengandung komponen bioaktif katekin dapat memperpanjang masa simpan tahu selama enam hari,” katanya. Secara organoleptik, tekstur permukaan tahu menjadi lebih keras dan warna tahu semakin cokelat dengan peningkatan konsentrasi ekstrak, katanya

aplikasi pengawetan tahu dengan daun gambir secara sederhana dapat dilakukan dengan merebus 10 lembar daun gambir dengan satu liter air hingga volumenya menjadi setengahnya, dan air rebusan dapat digunakan untuk perendaman tahu.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: