kimia2009

A topnotch WordPress.com site

Teknologi Penga…

on June 26, 2012

Teknologi Pengawetan dengan Chitosan

Teknologi rekayasa chitosan merupakan salah satu cara yang dapat digunakan untuk dapat mengawetkan tahu agar betahan lama serta dapat meningkatkan nilai protein yang terdapat pada tahu tersebut.

Teknologi rekayasa citosan pun dapat diakukan dengan mudah yaitu proses-proses pelepasan protein (deproteinase) lalu proses pemisahan mineral (demineralisasi) yang dapat melepaskan udang dari cangkang nya. Untuk memperoleh chitosan itu sendiripun dilanjutkan dengan proses deastilisasi.  Lalu setelah itu baru dicampurkan dengan kacang kedelai yang akan digunakan untuk membuat tahu .
Cara pengawetan tahu dengan menggunakan teknologi chitosan dilakukan dengan 2 cara yaitu dengan pencampuran dan perendaman,yang mana pencampuran dilakukan dengan mencampurkan hasil chitosan yang telah jadi dengan tumbukan kacang kedelai yang akan digunakan untuk membuat tahu. Sedangkat dengan cara perendaman yaitu dengan merendam tahun tersebut kedalam chitosan.
Menurut penelitan perendaman dengan menggunakan chitosan memberikan hasil yang berasa,bau dan memiliki tekstur yang sama dengan tahu yang tidak direndam dengan chitosan sehingga maupun diberikan tambahan berupa perendaman chitosan sebesar 1,5% tidak terjadi perubahan isi dari struktur tahu tersebut dan dapat bertahan lebih lama selama 3 hari dibandingkan dengan tahu yang tidak diberikan chitosan (hardjito 2006)
Menurut Hardjito (2009) chitosan memiliki beberapa manfaat  sebagai berikut :
1. Penggunaan chitosan pada produk pangan dapat menghindarkan konsumen dari kemungkinan terjangkit penyakit typhus, karena chitosan dapat menghambat pertumbuhan berbagai mikroba patogen penyebab penyakit typhus seperti Salmonella enterica, S. enterica var. Paratyphi-A dan S. enterica var. Paratyphi-B. Chitosan juga dapat menghambat perbanyakan sel kanker lambung manusia dan meningkatkan daya tahan tubuh. Chitosan telah mendapatkan persetujuan dari BPOM No.HK.00.05.52.6581 untuk digunakan dalam produk pangan. Di Amerika chitosan telah mendapat pengesahan sebagai produk GRAS (Generally Recognised As Safe) oleh FDA.
2. Chitosan dapat menjerat lemak (fat absorber) dan mengeluarkannya bersama kotoran karena chitosan sebagai serat tidak dapat dicerna oleh tubuh, sehingga penggunaan chitosan akan mengurangi resiko terkena kolesterol tinggi
3. Berfungsi sebagai pelembab, antioksidan, tabir surya pada produk  kosmetik .
PENUTUPAN
A.   SIMPULAN
Teknologi chitosan merupakan salah satu pengawet alami yang dapat digunakan untuk tahu agar tahan lama tidak hanya tahu untuk makanan sejenis lain nya juga bisa mnggunakan chitosan untuk mengawetkan nya serta dapat menambah nilai protein dari makanan tersebut. Hal ini dikarenakan cangkang udang yang merupakan bahan utama dari chitosan sudah memiliki banyak protein dan juga chitosan dapat menghambat pertumbuhan mikroba sehingga makanan dapat bertahan lama .
B.   SARAN
Dengan melihat hasil dari penelitian enggunakan teknologi chitosan kita dapat  menemukan cara pengawetan secara alami yang tidak merusak nilai gizi sehingga mulai saat ini kita dapat menggunakan chitosan untuk mengawetkan makanan yang dapat meningkatkan nilai protein dan juga kita dapat mengurangi limbah cangkang udang yang berbahaya jika dibiarkan menumpuk .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: